Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru!

Apa sebenarnya yang disebut waktu? Waktu adalah proses perjalanan suatu titik. Bila kita melihatnya dari awal berangkat titik itu, waktu sedang bertambah. Bila kita melihatnya dari akhir perjalanan titik itu, waktu sedang berkurang. Bila kita fokus pada titik itu saja, waktu tidak bertambah atau berkurang. Waktu itu “tidak ada”.

Kondisi “tidak ada” inilah kebahagian. Kita tidak lagi diganggu mimpi buruk masa lalu dan tak pernah mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan. Kita berhenti di masa kini. Kita hening dan sunyi. Mengendap. Tapi, mungkinkan itu terjadi?

Jawabannya tergantung kesungguhan kita meraih filsafat di ketinggian langit untuk kita bumikan dalam kehidupan sehari-hari. Pekerjaan yang melelahkan, memang. Maka, sebaiknya kita tarik nafas dulu dalam-dalam. Fuhhh …

Salaman dulu (rumahkayu mode on)! Selamat tahun baru 2012! Semoga kita benar-benar menggapai dan mempertahankan keselamatan kebaruan di momen ini dan seterusnya. Mari kita rayakan! Bahkan bergantinya detik-detik kehidupan kita ini saja sungguh menakjubkan, apalah lagi bergantinya tahun satu putaran. Semua harus kita rayakan. Angkat botol (aq*a) tinggi-tinggi! Cirr, kita minum bersama. Jangan lupa ajak juga pasangan (sah) kita. Tapi tak usah menyiapkan kondom. Kenapa setiap ada perayaan, pikiran kita jadi mesum dan lupa daratan? Cukuplah romantis atau sedikit erotis. Lagi pula, apa enaknya pakai karet gituan? Itu perkakas para pengecut yang kecut dikuntit pertanggungjawaban. Yang alami sajalah, yang lebih mendekati fenomena surgawi.

Apakah tahun kemarin masih menyisakan hutang-hutang dan kesialan? Ada pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai? Target-target yang belum tercapai? Rencana-recana yang berantakan karena salah perhitungan atau disalahhitungkan sama pihak-pihak tak berperi kesuksesan? Hmm … itulah salah satu alasan kenapa Tuhan menciptakan sesuatu bernama “lupa”. Lupakanlah barang sejenak. Ini tahun baru, nda! Dengan mengingat-ingat kelacuran kita di tempo hari, justru akan menyedot lacur-lacur yang lain lebih cepat menghampiri.

Maka, mari kita susun resolusi. Jangan terlalu rendah, nanti gambarnya pecah-pecah! Tapi juga jangan terlalu tinggi, nanti VGA kita enggak ngatasi. Yang sedang-sedang sajalah! Kalau yang sedang-sedang ini ternyata besuk terlalu gampang untuk kita wujudkan, tinggal dinaikkan tensinya kan? Simple but possible, dan yang terpenting reachable. Gantungkan cita-citamu setinggi langit? Beh, memang dilangit ada gantungan?

Mengolah “lupa” dan “resolusi” ini adalah teknik menyekat-nyekat waktu. Ibaratnya seperti kita masuk warung soto. Sebelum masuk warung, tentu kita “beresolusi” atawa menyusun rencana singkat hendak mencapai sesuatu dengan cara masuk warung. Misalnya, biar perut jadi kenyang. Setelah semangkuk soto nongol di depan kita, maka nikmati saja sotonya! Lupakan yang lainnya. Lagi asyik makan diajak membahas tahap-tahap perencanaan, risiko-risiko, pilihan-pilihan. Wah, sejago apa pun tukang bikin soto, sotonya pasti rasa gak karu-karuan! Percayalah!

Semakin kuat daya konsentrasi kita, semakin mahirlah kita memotong-motong kuasa waktu. Semakin tipis irisan waktu kita, semakin besar peluang kita untuk berbahagia. Semakin pakem daya cengkeram rem waktu kita. Wah, buang saja ilmu filsafat! Kita sudah berhasil membumikannya.

Selamat tahun baru. Saya setuju setiap hari adalah baru. Tak perlu kita menunggu titah Kanjeng Paus Gregorius XIII menentukan penanggalannya. Mari kita mengolah “lupa” dan “resolusi” setiap hari. Mari menghirup aroma surgawi.[]

 http://filsafat.kompasiana.com

Dimensi Alam

Pengertian Alam para ulama sudah menuliskannya di beberapa kitab. Salah satunya seperti pendapat dari Imam Bujeremi, dalam kitabnya “IQNA”. Imam Bujeremi menuliskan beberapa tingkatan alam yang terdiri dari makhluk tak kasat mata, dimulai dari alam manusia, Ahmar, Abdul Jumud, Ahyar, Jin, Azrak, Khoarik, Thurobi, Barri, Adli, Sama’, Majazi, Malaikat, Jabarut, Qolam, dan Arsy.
Nah, dari kehidupan makhluk-makhluk yang berada di alamnya masing-masing, manusia bisa saja menemui atau menembus ke salah satu alam yang diinginkan bila manusia itu sendiri memang sudah cukup ilmu dan pengetahuan untuk menembusnya.
Mari kita kembali ke tahapan menembus dimensi alam jin. Lewat pembedaran yang sama dari kitab “Manba”u Usulul Hikmah”, dijabarkan bahwa siapapun orangnya bisa menembus dimensi alam jin apabila manusia itu sendiri sudah menguasai dua alam sebagai tingkatan alam dibawahnya, yakni alam Ahmar dan alam Abdul Jumud.
Alam Ahmar: Sebuah alam yang dihuni jutaan makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi dan lautan. Ahmar juga disebut dengan istilah “Bangsa Lelembut” yang masih keturunan dari bangsa manusia lewat silsilah Anfus, anak dari Nabiyullah Syiet, yang diturunkan lewat zaman sanghiyang. Yang termasuk ke dalam golongan penghuni Alam Ahmar ini adalah: Nyi Roro Kidul, Dewi Lanjar, dan seluruh wadya balanya.
Abdul Jumud: Sebuah alam yang dihuni oleh bangsa makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi, batu dan pepohonan. Abdul Jumud disini disebut juga dengan istilah “Dedemit”. Mereka juga masih keturunan bangsa manusia dari zaman Togog. Contohnya seperti: Kuntilanak, Memedi, Perkayang dan lain sejenisnya.
Nah, untuk bisa menguasai kedua alam ini, di setiap akan ritual menembus dimensi alam jin, siapkan sesaji berupa: bunga setaman, melati, mawar dan kelapa hijau. Hal seperti ini ditunjukkan untuk menghormati bangsa Ahmar sebagai wasilah jalannya.
Sedangkan untuk melewati alam bangsa Abdul Jumud disarankan agar membakar madat apel jin di awal mau memulai ritual. Niscaya bangsa Abdul Jumud ini akan paham dan tidak mengganggu prosesi ritual yang kita jalankan.
Untuk membuka pintu alam jin sendiri, salah satu rituanya adalah dengan menaburkan terus kemenyan putih yang sudah dihaluskan secara terus menerus. Hanya saja dalam pengenalan menembus alam jin harus sangat hati-hati. Terutama siapa nama dari jin itu sendiri yang akan kita temui.
Di sisi lain, kita sebagai manusia haruslah tahu, kapan waktunya kita menjalankan ritual, dengan ayat apa kita memanggil, lewat pintu mana kita masuk, dan permohonan apa yang kita inginkan. Sebab bangsa jin tidak seperti bangsa manusia pada umumnya. Mereka selalu memakai aturan dan tatakrama yang penuh akan kedisiplinan. Mereka juga bisa dikatakan sangat temperamental dan mudah tersinggung apabila kita bangsa manusia tidak bisa memahami watak dari sifat mereka.
Sebagai suatu kewaspadaan, bangsa jin disini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Abyad dan Aswad (Jin Putih/Muslim dan Jin Hitam/Kafir). Di samping itu bangsa jin terdiri dari empat sifat perilaku, tergantung dari alam yang ditempatinya, yakni: tanah, air, bangunan, dan awang-awang (angkasa).
Dari empat sifat yang menjadi tempat tinggal mereka, semua mempunyai perbedaan dalam menerima kita manusia, baik dari segi pemanggilan, ayat atau amalan yang dibaca, maupun sesaji ritual yang disajikan untuk mereka.
Apabila kita tidak memahami secara mendetil tentang ritual untuk menembus ke alam mereka, golongan bangsa Jin Hitam atau Jin Kafir-lah yang akan berperan untuk menemui kita dengan seribu tipu daya yang menyesatkan. Misalnya saja, kita akan diming-imingi kekayaan, harta karun, bisa menarik pusaka dan lain-lain perkara musykil yang tidak bisa diterima akal.
Intinya, pikiran kita akan terus dicecoki oleh bermacam hayalan yang menggiurkan. Ucapan kita jadi ngelantur, mudah emosi, mudah tersinggung, senang menutup diri dalam kamar, suka melamun dan tidak menerima akan nasehat apapun dari orang lain.
Bukan hanya itu saja, golongan jin hitam atau Jin Kafir juga akan terus menjumpai kita dengan taktik berupa kelembutan, serta berperan dalam kebaikan, seperti halnya figure guru gaib yang benar-benar mau mengajarkan seluruh ilmunya kepada kita. Nah, bila sudah seperti ini jadinya, kita sudah melenceng jauh dari jalan yang sebelumnya kita harapkan. Lebih fatal lagi, kita bisa melenceng dari akidah beragama (Islam)
Sekedar tips, apabila dalam suatu ritual yang kita jalani selama ini, seringkali didatangi makhluk-makhluk dari dimensi lain, maka cobalah perhatikan kedatangan mereka. Apabila makhluk lain alam ini datang menjumpai kita dari arah depan, belakang, samping kanan atau kiri, maka janganlah digubris kedatangannya. Sebab cara kedatangan mereka seperti itu sudah jelas menunjukkan bahwa mereka berasal golongan bangsa jin hitam atau Jin Kafir.
Kitab Manba’u Usulul Hikmah sendiri mengupasnya, “Jangan sesekali Anda percaya akan tipu muslihat dari beragam makhluk gaib yang datang dari arah empat penjuru. Sesungguhnya, hanya satu arah yang mereka lewati sebagai teman kita yang benar, yaitu lewat arah atas.”
Lewat pembedaran salah satu tahapan ini, tentu diharapkan akan bisa menjadi bahan intropeksi kita bersama, bahwa sejatinya tidak ada ilmu yang bersifat instant dimuka bumi ini, kecuali kita sendiri mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menguasainya.
Nah, untuk tahap terakhir dalam menembus dimensi alam jin, pelajarilah ayat-ayat,ajian, atau amalan pemanggilan secara matang. Sebab, kesemuanya itu akan menentukan suatu pilihan kita untuk bisa memilih, siapa (maksudnya bangsa jin-Pen) yang akan kita temui kelak.
Sebagai bahan dasar, pelajari arti, naktu, huruf, angka, rujukan dan dari mana sumbernya. Bisa juga lewat rahasia huruf Abajadun. Sebab rahasia huruf, Abajadun, memuat 99 keistimewaan, yang mana salah satunya termasuk dari rahasia alam jin itu sendiri. Seperti contoh, huruf Alif yang mempunyai angka 1. Penjaga dari huruf Alif ini adalah malaikat bernama Tholthobausin, dari bangsa gaibnya bernama Ahmar. Ayat dari Alif sendiri adalah Al-Quddus. Dari bangsa gaib yang bernama Ahmar ini sudah jelas masuk dalam katagori huruf Alif.
Jadi pada intinya, apabila kita ingin menembus alam Ahmar atau alam lelembut, maka perbanyaklah dengan membaca ayat Al-Quddus, untuk bilangan angka 1 yang terdapat dalam huruf Alif. Hal itu menunjukkan nama yang dituju, seperti nama Ibu Ratu Kidul jatuh pada naktu: Ya Adzim. Bila ingin memanggil beliau, gabunglah dua asma’ Ahmar dan dan nama Ibu Ratu: Al-Quddus Ya Adzim…dan seterusnya.

Sources:
 http://mystys.wordpress.com/

Memasuki Alam Astral

alamas
Segera setelah bebas dari badan atheris, maka roh akan mengalami tidur yang nyenyak sekali, setelah terbangun dari tidurnya, sang roh sudah berada di kawasan alam astral.
Hal pertama yang perlu diberi penjelasan dalam menggambarkan tentang alam astral, yakni tentang realitasnya yang mutlak, yaitu bahwa benda-benda dan penduduk alam astral sungguh nyata, mereka itu adalah kenyataan yang tidak dapat kita abaikan, karena hanya sebagian besar umat manusia belum dapat menyadarinya.
Alam astral adalah salah satu kawasan alam di alam semesta, yaitu alam yang setingkat lebih halus dari alam fisik ini.
Ada berbagai hal yang menonjol di alam astral, diantaranya, banyak penduduk dari kawasan alam astral itu memiliki kecakapan yang mengharuskan untuk merubah bentuknya dengan sangat cepat, juga penglihatan di alam ini adalah suatu kecakapan yang berbeda di bandingkan di alam fisik. Benda di alam itu tampak seolah-olah terlihat dari segala sisi, dari dalam dan luarnya. Oleh karena itu bagi seorang yang belum berpengalaman pergi kealam itu akan menjumpai kesulitan dialam itu. Ia akan sulit mengerti tentang apa yang sebenarnya ia lihat. Dan lebih lagi jika ia menceritakannya dengan kata-kata yang kurang memadai dalam pembicaraan biasa.

Alam astral dikelompokkan dalam tujuh tingkatan.
Yang dimaksud dengan tingkatan disini bukan tingkatan seperti anak tangga. Tapi tingkatan kehalusannya yang berbeda seperti halnya alam astral ada disini menembus alam fisik ini, tapi tidak terlihat dengan mata biasa. Seperti halnya cahaya matahari yang menembus air danau yang jernih. Masing-masing dari tingkatan alam di alam astral juga saling menembus. Sehingga disini diatas bumi ini alam astral exist dalam ruang yang sama dengan alam fisik ini. Alam astral lebih besar dari pada alam dunia ini, sampai beberapa ribu mil diatas permukaan bumi.
Mengenai bagian alam astral ketujuh (yang terendah) juga memiliki alam dunia ini sebagai latar belakangnya. Hanya apa yang dapat dilihat dari latar belakang ini, seluruhnya berubah dan hanya merupakan pemandangan yang tidak lengkap, sebab semua yang bersifat cahaya dan baik serta indah, sama sekali tidak kelihatan.
Mengenai hal ini sudah digambarkan dalam kitab dari Mesir Kuno yang bunyinya sebagai berikut “jenis tempat apakah itu yang telah ku datangi ? Tidak ada air, tidak ada udara dan dalamnya tidak terduga dan kehidupan seperti malam yang tergelap, sedang orang perantauan di tempat itu tanpa pertolongan. Di tempat itu orang tidak bisa hidup dengan hati tenang. Bagi orang celaka ditempat itu, sesuai dengan tingkatannya, sungguh nyata bahwa dunia ini penuh kegelapan dan penghuni yang kejam. (Namun kegelapan ini memancar dari dalam diri sendiri, sehingga kehidupannya berlangsung di alam kegelapan yang terus menerus karena kejahatan dan kekejamannya). Itulah neraka yang dibuat oleh manusia sendiri. Di alam itu sang roh menderita biasanya karena nafsu-nafsunya tidak terpenuhi. Misalnya saja seorang pemabuk dia tidak punya badan fisik dan anggur atau wiski untuk dipakai “bermabuk ria”, sebagai sarana untuk memenuhi nafsu-nafsu itu. Sedangkan nafsu seperti itu akan sangat meningkat kuat di alam itu karena sudah tidak ada batasan dari badan fisik.
Alam yang penuh derita ini bukanlah khayalan belaka. Bagian alam itu sebagian ada diatas tanah dan sebagian lagi (mungkin sebagian besar) ada dibawah tanah, artinya menembus tanah padat. Tapi bagi orang-orang yang biasa hidup dengan hati bersih dan baik, tidak akan memasuki alam yang tidak menyenangkan ini. Jika orang sampai memasuki alam ini tentu hanya karena pikiran, kata-kata atau perbuatan yang jahat. Tapi perlu di ingat,bahwa keadaan yang menyedihkan di neraka ini tidak akan berlangsung selama-lamanya. Juga harus di ingat bahwa jiwa itu kekal abadi.
Jika dipahami lebih teliti dapat dikatakan bahwa si individu itu sebenarnya sedang membersihkan diri dari sisa-sisa keburukan selama masa penyesuaian di alam astral dalam membuat persiapan menyambut kesempatan-kesempatan baru dan melakukan usaha-usaha baru apabila saatnya tiba untuk kembali ke bumi dikelak kemudian hari.
Dialam ini, jika nafsu-nafsu jahatnya mulai luntur baik oleh kesadaran baru ataupun oleh suatu bentuk keputusan karena tidak bisa lagi memenuhi nafsu-nafsunya (akhirnya pasrah), maka alam itupun mulai ditinggalkan dan segera memasuki alam yang lebih luhur.
“semua orang yang sudah mati harus melalui tiap tiap bagian alam astral dalam perjalanannya menuju alam surga. Namun jangan diartikan bahwa mereka harus sadar ditiap-tiap bagian alam itu. Berapa lama jiwa itu tertahan disuatu bagian alam astral, tergantung dari bagaimana kehidupan di dunia, tergantung dari nafsu atau emosi yang ia ikuti saja kemauannya.
Bagi orang-orang yang benar-benar memiliki sifat-sifat rohaniah tinggi, keadaan buruk seperti diceritakan diatas tidak akan dilewati. Sebab tidak ada atau hanya ada sedikit nafsu yang mengikat dia dilapisan alam rendah. Akibatnya ia hanya melaui saja alam astral dan tidak berhenti disitu, tetapi langsung sadar di alam surga.
Jika keinginan pokok baginya atau pikirannya berkisar pada hal-hal keduniawian, mungkin ia akan sadar dialam astral bagian keenam dan disekitar orang orang yang mempunyai hubungan erat dengan dirinya waktu masih berada di dunia.
Bagian alam astral yang kelima dan keempat memiliki sifat hampir seperti alam keenam. Tetapi dialam astral yang kelima dan keempat, pandangan kita tentang dunia makin tidak penting lagi.
Selanjutnya kita akan sampai di alam astral bagian ketiga. Disini tampak segala hal yang dibuat oleh pikiran manusia sendiri. Jiwa itu membangun kota-kotanya sendiri. Tapi tidak membangun seluruh kota. Mereka mewarisi suatu tempat, desa atau kota yang merupakan buatan pendahulunya. Dan jiwa yang baru yang datang hanya menambal sesuatu dengan pikirannya. Demikianlah dibagian ketiga ini terdapat kota dengan gereja, vihara, pura, dan bangunan-bangunan lainnya. Tentunya bagi pembentuknya, alam ini sangat menyenangkan.
Jika kita datang dibagian kedua, rupanya itu menjadi tempat bagi orang-orang yang hatinya memikirkan kepentingan diri dan orang-orang beragama yang tidak memiliki sifat rohaniah, melaksanakan praktek agama untuk kepentingan kebahagiaannya sendiri (bukan berupa persembahan tulus atau dasar kasih yang tanpa pamrih). Kita dapat melihat jiwa-jiwa memakai mahkota emas dan menyembah Tuhan bagi negeri dan waktunya telah diwujudkan secara materialistis yang sangat kasar.
Kemudian kita sampai kepada bagian pertama alam astral yang tampaknya khusus yang sesuai sekali bagi mereka pada waktu yang hidup didunia mencurahkan perhatian dan tenaganya pada pekerjaan dengan pikiran yang sifatnya materialistis. Hal itu mereka jalankan bukan untuk menguntungkan sesama manusia, sebab niatnya memang untuk menguntungkan dirinya sendiri, karena ambisinya dan juga hanya untuk latihan bagi pikirannya. Orang-orang seperti itu sering berada pada bagian tersebut sampai lama sekali. Sedangkan mereka sangat senang karena dapat memecahkan segala persoalan inteleknya. Tetapi karena tidak ada sangkut-pautnya dengan kebaikan orang lain, maka perjalannya kealam surga juga akan lambat.
Komunikasi dialam astral dibatasi oleh pengetahuan yang bersangkutan. Orang yang mampu menggunakan lapisan mentalnya dapat mengkomunikasikan pikirannya dengan lebih mudah dan cepat, melalui kesan mental. Tampaknya ada pembatasan komunikasi yang mirip dengan yang berlaku di bumi. Akhirnya adalah bahwa mereka ditemukan berteman dalam kelompok yang terhimpun oleh kesamaan simpati, kepercayaan dan bahasa.

Sumber: http://pangpadetulus.blogspot.com/

Misteri Pulau Djawa

mapsSebelum dihuni manusia, bumi Jawa telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu, turun ke arcapada lalu kawin dengan Pratiwi, dewinya bumi….

Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.
Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.
Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.
Al kisah, dalam kunjungan resminya sebagai utusan raja, Empu Barang atau nama bangsawannya Haryo Lembusuro, seorang pandhito terkemuka tanah Jawa, berkunjung ke Jambu Dwipa (India).
Sesampainya menginjakkan kaki di negeri Hindustan ini, oleh para Brahmana setempat, Empu Barang diminta untuk bersama-sama menyembah patung perwujudan Haricandana (Wisnu). Namun, dengan kehalusan sikap manusia Jawa, Empu Barang menyatakan bahwa sebagai pandhito Jawa, dia tidak bisa menyembah patung, tetapi para Brahmana India tetap mendesaknya, dengan alasan kalau Brahmana dinasti Haricandana menyembahnya karena Wisnu dipercaya sebagai Sang Pencipta Tribuwana.
Dengan setengah memaksa, Empu Barang diminta duduk, namun sewaktu kaki Empu Barang menyentuh tanah, tiba-tiba bumi bergoyang (tidak disebutkan berapa kekuatan goyangannya dalam skal ritcher). Yang jelas, saking hebatnya goyangan tersebut, patung tersebut hingga retak-retak.
Memang, menurut tata cara Jawa, penyembahan kepada Sang Penguasa Hidup itu bukan patung, tetapi lewat rasa sejati, sehingga hubungan kawula dengan Gusti menjadi serasi. Itulah Jumbuhing Kawula Dumateng Gusti.
Orang Jawa melakukan puja-puji penyembahan kepada Gustinya langsng dari batinya, maka itu dalam perkembangannya disebut aliran Kebatinan atau perkembangan selanjutnya dikenal dengan istilah Kejawen, karena bersumber dari Jawa.
Bagi orang Jawa tentang cerita waktu bumi Jawa belum dihuni manusia, telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Dan salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu turun ke arcapada kawin dengan Pratiwi, dewi bumi.
Dalam pemahaman kejawen, hal itu disikapi dengan terjemahan, kalau Wisnu itu artinya urip/hidup, pemelihara kehidupan. Jadi jelasnya awal mula adanya kehidupan manusia di bumi, atas izin Sang Penguasa Jagad. Dewa perlambang sukma, manusia perlambang raga. Begitulah hidup manusia, raganya bisa rusak, namun sukmanya tetap hidup langgeng.
Kemolekan bumi Jawa laksana perawan rupawan yang amat jelita, sehingga Kerajaan Rum (Ngerum) yang dipimpin Prabu Galbah, lewat laporan pendeta Ngali Samsujen, begitu terpesona karenanya. Maka diutuslah dutanya yang pertama yang bernama Hadipati Alip.
Hadipati Alip berangkat bersama 10.000 warga Ngerum menuju Nuswa Jawa. Mereka dalam waktu singkat meninggal terkena wabah penyakit. Tak tersisa seorang pun. Lalu dikirimlah ekspedisi kedua dibawah pemimpinan Hadipati Ehe. Malangnya, mereka juga mengalami nasib sama, tupes tapis tanpa tilas.
Masih diutus rombongan berikutnya, seperti Hadipati Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Semuanya mengalami nasib sama, tumpes kelor.
Melihat semua itu, Prabu Galbah terkejut dan mengalami shock hebat. Akibatnya, sakit jantungnya kambuh. Dia kemudian jatuh sakit, dan dalam waktu tak lama mangkat.
Pendeta Ngali Samsujen, merasa bersalah karena nasehatnya menimbulkan malapateka ini terjadi. Akhirnya beliau mati dalam rasa bersalah. Tinggal Mahapati Ngerum, karena rasa setianya, dia ingin melanjutkan missi luhur yang dicita-citakan rajanya. Dia akhirnya ingat pada sahabatnya yang sakti bersanama Jaka Sangkala alias Aji Saka, yang tinggal di Tanah Maldewa atau Sweta Dwipa.
Habisnya para migran dari Ngerum ke Tanah Jawa itu, menurut Jaka Sangkala adalah karena hati mereka yang kurang bersih. Mereka tidak meminta izin dahulu pada penjaga Nuswa Jawa. Padahal, karena sejak zaman dahulu, tanah ini sudah ada yang menghuni. Yang menghuni tanah Jawa adalah manusia yang bersifat suci, berwujud badan halus atau ajiman (aji artinya ratu, man atau wan artinya sakti).
Selain penghuni yang baik, juga dihuni penghuni brekasakan, anak buah Bathara Kala. Makanya tak ada yang berani tinggal di bumi Jawa, sebelum mendapat izin Wisnu atau manikmaya atau Semar.
Akhirnya, Mahapati Ngerum diantar Aji Saka menemui Wisnu dan isterinya Dewi Sri Kembang. Saat bertemu, dituturkan bahwa wadyabala warga Ngerum yang mati tidak bisa hidup lagi, dan sudah menjadi Peri Prahyangan, anak buah Batara Kala. Tapi ke-8 Hadipati yang gugur dalam tugas itu berhasil diselamatkan oleh Wisnu dan diserahi tugas menjaga 8 mata angina. Namun mereka tetap menghuni alam halus.
Atas izin Wisnu, Mahapati Negrum dan Aji Saka berangkat ke tanah Jawa untuk menghadap Semar di Gunung Tidar. Tidar dari kata Tida; hati di dada, maksudnya hidup. Supaya selamat, oleh Wisnu, Mahapati Ngerum dan Aji Saka diberi sifat kandel berupa rajah Kalacakra, agar terhindar dari wabah penyakit dan serangan anak buah Batara Kala.
Kisah di atas hanya merupakan gambaran, bahwa ada makna yang tersirat di dalamnya. Wisnu dan Aji Saka itu dwitunggal, bagaikan matahari dan sinarnya, madu dan manisnya, tak terpisahkan. Loro-loro ning atunggal.
Maka itu, keraton Wisnu dan Aji Saka itu di Medang Kamulan, yang maksudnya dimula-mula kehidupan. Kalau dicermati, intinya adalah kawruh ngelmu sejati tentang kehidupan manusia di dunia, sejak masih gaib hingga terlahir di dunia, supaya hidup baik, sehingga kembalinya nanti menjadi gaib lagi, perjalanannya sempurna.
Singkat cerita, perjalanan ke tanah Jawa dipimpin oleh Aji Saka dengan jumlah warga yang lebih besar, 80 ribu atau 8 laksa, disebar di berbagai pelosok pulau. Sejak itulah, kehidupan di tanah Jawa Dwipa yang disebut masyarakat Kabuyutan telah ada sejak 10.000 SM, tetapi mulai agak ramai sejak 3.000 SM.
Sesudah kedatangan pengaruh Hindu, muncul kerajaan pertama di Jawa yang lokasinya di Gunung Gede, Merak. Rajanya Prabu Dewowarman atau Dewo Eso, yang bergelar Sang Hyang Prabu Wismudewo. Raja ini memperkuat tahtanya dengan mengawini Puteri Begawan Jawa yang paling terkenal, yakni Begawan Lembu Suro atau Kesowosidi di Padepokan Garbo Pitu (penguasa 7 lapis alam gaib) yang terletak di Dieng atau Adi Hyang (jiwa yang sempurna), juga disebut Bumi Samboro (tanah yang menjulang tinggi). Puterinya bernama Padmowati atau Dewi Pertiwi.
Dari perkawinan campuran itu, lahirlah Raden Joko Pakukuhan, yang kelak di kemudian hari menggantikan tahta ayahnya di kerajaan Jawa Dwipa atau Keraton Purwosarito, dan bergelar Sang Prabu Sri Maha Panggung. Lalu keraton dipindah lokasinya ke Medang Kamulan.
Penggantinya adalah putranya Prabu Palindriyo. Dari perkawinannya dengan puteri Patih Purnawarman, Dewi Sinto, lahir Raden Radite yang setelah bertahta dan bergelar Prabu Watuguung. Dia memerintah selama 28 tahun. Pemerintahannya mempunyai pengaruh kuat di Jawa Barat. Adalah kakaknya, Prabu Purnawarman yang membuat Prasasti Tugu, sebelah timur Tanjung Priuk dalam pembuatan saluran Kali Gomati, Prasasti Batu Tulis di Ciampea, Bogor.
Untuk menguasai Jawa Timur, Prabu Watugunung mengawini puteri Begawan Kondang, yaitu Dewi Soma dan Dewi Tumpak. Dia juga mengawini Ratu Negeri Taruma yang bernama Dewi Sitowoko.
Dalam pemerintahannya terjadi perebutan tahta dengan Dewi Sri Yuwati, saudara lain ibu (Dewi Landep). Dewi Sri Yuwati dibantu adiknya lain ibu, Joko Sadono (putera Dewi Soma). Akhirnya Prabu Watugunung berhasil dikalahkan, dan Joko Sadono menggantikan tahtanya dengan gelar Prabu Wisnupati, permaisurinya Dewi Sri. Kakak Dewi Sri diangkat sebagai raja Taruma, bergelar Prabu Brahma Raja.

Sumber: http://mystys.wordpress.com

Better Confidence, Better Temperament Control

PERCAYA DIRI BERARTI KONTROL TEMPERAMEN YANG LEBIH BAIK
By : adhari purnawan
Di dalam ilmu sosial, ada istilah ‘hukum korespondensi’, yang mengatakan bahwa ‘dunia luar’ di luar diri Anda, adalah sebuah cermin sempurna dari ‘dunia dalam’ di dalam diri Anda.

Percaya diri Anda harus dimulai dari dalam. Dan jika Anda berhasil memperbaiki kualitas ‘dunia dalam’ Anda, maka ‘dunia luar’ akan mengikutinya.

Jika Anda sukses dengan berhasil meraih percaya diri, maka kesuksesan juga akan terjadi pada ‘dunia luar’ Anda. Jika Anda berhasil meraih percaya diri, maka Anda berpeluang besar untuk meraih keberhasilan dalam kehidupan diri pribadi, kehidupan sosial, kehidupan pendidikan, dunia karir dan dunia bisnis Anda.

Keberhasilan meraih percaya diri, berarti keberhasilan meraih kontrol terhadap temperamen pribadi. Itu berarti, Anda juga punya peluang besar untuk mengontrol temperamen ‘dunia luar’ Anda.

Ingat ini:

- Indahnya bulan ada di hati Anda;
- Pemandangan langit dan lautan luas beserta bintang gemintang, ada di mata Anda. Batasannya pun, tergantung kualitas penglihatan Anda;
- Panasnya terik matahari dan api, ada di kulit Anda;
- Bau busuk dunia ini, adanya di hidung Anda;
- Pedasnya cabai dan panasnya merica, ada di lidah Anda;
- Dunia dan seisinya, ada di dalam diri Anda.

Jika Anda punya kontrol terhadap temperan diri, maka Anda pantas mengontrol temperamen dunia dan seisinya. Ramah atau tidaknya dunia ini pada Anda, Anda sendiri yang menentukannya.

Dan untuk mencapainya, mulailah dengan mempercayai diri Anda sendiri. Tuhan telah menciptakan Anda dengan sempurna, dan Ia menginginkan Anda mempercayai hal itu.

PERCAYA DIRI BERARTI MAMPU MENGHAMBAT UPAYA SABOTASE DIRI

Percayalah bahwa setiap hambatan, hampir bisa dipastikan datang dari dalam diri sendiri. Setiap hambatan akan men-sabotase dengan mencegah diri Anda dari mengambil tindakan.

Tindakan adalah segala aktivitas yang membuat hidup Anda menjadi lebih baik. Resep keberhasilan adalah tindakan, dan untuk bisa bertindak, Anda perlu percaya diri.

PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP SISTEMATIS

Sistematis berarti efisien dan efektif. Dengan percaya diri, Anda akan bertindak. Dan bertindak atas dasar percaya diri, akan membuat Anda mampu mengambil keputusan dan menentukan pilihan. Dengan kemampuan itu, tindakan Anda akan tepat, akurat, efisien dan efektif.

PERCAYA DIRI BERARTI PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR

Hidup Anda adalah sekolah Anda. Cara belajar Anda mengikuti dua pola, yaitu shaping alias pembentukan dan modelling alias teladan. Percaya diri akan membuat Anda menjadi orang yang lebih mampu dalam melakukan self development, pengembangan dan perbaikan, dan lebih mampu dalam mengambil suri tauladan serta melakukan berbagai inovasi sebagai kelanjutannya.

PERCAYA DIRI BERARTI YAKIN AKAN FUNGSI DIRI

Dengan percaya diri, Anda akan lebih yakin bahwa keseluruhan diri Anda akan berfungsi dengan baik. Dengan percaya diri Anda akan mampu mendorong diri Anda untuk total, maksimal dan optimal. Dengan semua itu, Anda akan mencapai kemandirian dan kemerdekaan.

PERCAYA DIRI BERARTI FOKUS PADA DUNIA LUAR

Tidak percaya diri disebabkan oleh kesibukan dalam mengkhawatirkan diri sendiri. Dengan percaya diri, Anda akan disibukkan oleh dunia luar. Dengan percaya diri Anda akan menjadi orang yang lebih melayani, lebih bermanfaat, dan lebih memberi nilai kepada dunia luar.

Dengan percaya diri Anda akan berorientasi keluar. Dengan percaya diri, Anda akan lebih berhasil dalam memimpin dan menjual.

PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP YANG LEBIH NYAMAN DAN MENYENANGKAN

Dengan percaya diri Anda akan lebih menikmati diri sendiri, lebih menikmati dunia luar. Hidup Anda akan penuh dengan kegembiraan, dengan hanya sedikit kekhawatiran. Dunia Anda akan lebih nyaman dan menyenangkan. Dengan percaya diri, Anda bisa membuat ‘hidup lebih hidup’.

PERCAYA DIRI BERARTI PESAN POSITIF

Dengan percaya diri, Anda akan mengkomunikasikannya kepada dunia di luar Anda. Dengan percaya diri, Anda akan membuat orang lain menjadi percaya diri. Dengan percaya diri, Anda akan lebih meyakinkan. Percaya diri adalah pesan. Pesan yang amat penting untuk dikomunikasikan kepada orang yang terlibat dengan Anda. Dengan
percaya diri, sekali lagi Anda akan berhasil dalam memimpin dan menjual.

PERCAYA DIRI BERARTI PELUANG UNTUK MENUMBUHKAN KHARISMA

Dengan percaya diri, Anda berpeluang besar untuk menumbuhkan tingkat maksimal dari percaya diri, yaitu kharisma. Dengan percaya diri, Anda akan menciptakan jalan untuk menjadi orang yang selalu didengar kata dan perintahnya.

DARI MANA DATANGNYA PERCAYA DIRI?

Percaya diri datang dari kemampuan berkomunikasi secara verbal, dengan berbicara.
Dengan berbicara, Anda akan berbicara pada diri sendiri dan berbicara pada orang lain.

Berbicara kepada diri sendiri akan menjalankan proses manajemen diri. Andalah orang yang paling tahu harus mengatakan apa pada diri sendiri.

“Saya bisa” atau “Saya tidak bisa”.
“Saya akan berhasil” atau “Saya akan gagal”.
“Saya harus melakukan ini” atau “Saya memang menginginkan ini”.
“Saya yang menentukan” atau “Bukan Saya yang menentukan”.
“Saya yang memilih” atau “Orang lain yang memilih”.
“Terserah Saya” atau “Terserah orang lain”.

Berbicara kepada orang lain akan menjalankan proses manajemen diri orang lain.

“Anda harus begini atau harus begitu”.
“Saya meminta Anda melakukan ini atau itu”.
“Saya ingin hasilnya begini atau begitu”.
“Saya yang menentukan, bukan Anda yang menentukan”.
“Saya yang memerintah Anda yang mengikuti”.
“Saya yang menjual dan Anda yang membeli”.
“Jika Anda ingin berhasil, ikuti saran Saya”.

Group Band Russia Bernama “Indonesia”

INDONESIA Band Rock, Itulah nama grup band yang berasal dari RUSIA itu yang mengikuti aliran berjenis Rock, Nama Band itu serontak membuat saya terkejut mengapa nama negara saya ini di buat sebuah nama Band! Memang sih hal itu bisa membuat nama negara kita INDONESIA yang tercinta ini lebih familiar di dunia, terutama di negara Rusia itu sendiri. Saya tidak mengerti bagaimana mereka bisa mendapatkan ide nama itu, apakah mereka tidak tahu kalau itu adalah nama sebuah negara? Saya sendiri berharap mereka tahu kalau itu adalah sebuah nama negara. Lalu bagaimana mereka bisa mendapatkan ide untuk menamai grup band mereka “INDONESIA”? Apa mereka mendapatkan ide itu dari catatan sejarah negara Rusia, yang memang Rusia pernah mempunyai hubungan yang sangat manis dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka menuturkan bahwa grup itu dinamai Indonesia karena kata itu merupakan sebuah kata yang unik dan jarang di dengar oleh masyarakat seluruh dunia, Dan agar berbeda dengan nama grup band rock lainnya karena kebanyak nama grup band rock selalu di ambil dari unsur kekerasan. Saya sebagai warga negara Indonesia bingung unuk menanggapi keputusan grup band itu, apapun keputusan mereka saya harap grup band itu tidak mencemarkan nama baik “Indonesia” itu sendiri, bagaimanapun juga itu adalah sebuah nama negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di Benua Asia Tenggara, dan diapit oleh dua serta dua benua.

Bagaimana pendapat warga negara Indonesia? Mmmmmm…..berani-berani ya, belum tahu dia………

Sumber:planetdiponk.blogspot.com

Google Dork, Senjata Para Hacker

Dalam dunia hacker istilah Google Dork sering di jumpai. Google Dork adalah seni hacking yang memanfaatkan kehandalan atau kecanggihan sebuah mesin pencari (Search Engines) seperti Google. Bagi pemula penggunaan google memang sangat membantu dalam belajar hacking.Google sendiri sebenarnya juga jengkel yang memanfaatkan fasilitas mesin pencarianya untuk mencari kelemahan sebuah website. Hingga google menyebut Dork (bisa berarti malas) bagi orang yang melakukan hal itu.

Google Dorks bisa dikatakan sebagai pusat Hacking Google. Banyak hacker menggunakan google untuk mencari halaman web yang rentan dan kemudian menggunakan kerentanan itu untuk melakukan hacking. Jadi hacker tersebut tidak menentukan website target, tetapi hanya mencari website yang mempunyai kerentanan dalam pengamanannya.

Sebenarnya google tidak mempunyai tujuan untuk membeberkan kelemahan sebuah website. Tetapi tidak lebih dari mempermudah user dalam mencari informasi yang tersebar di dunia maya. Banyak pencarian yang terkadang yang tidak sesuai dengan keyword yang kita tulis, hal ini di sebabkan karena keyword yang di tulis pada google tidak sesuai dengan keyword yang terdaftar. Sehingga untuk mempermudahnya Google menyediakan fasilitas, untuk mempermudah suatu pencarian, bahkan kita bisa melakukan hacking untuk melihat suatu passoword dan account yang terindex oleh google.

Berikut beberapa tipe dork :

1. untuk mencari judul/title pada suatu web

- intitle
- allinitle

2. mencari string yang terdapat pada url

- inurl
- allinurl

3. Mencari file yang lebih spesifik

- filetype

4. Mencari suatu nilai string dalam suatu website

- allintext

5. Mencari pada suatu website tertentu

- site

6. Mencari website yang mempunyai link pada web di pilih

- link

Beberapa kode tambahan dalam pencarian akan sangat membantu, agar pencarian anda semakin fokus. Jadi sebenarnya kita hanya akan memfokuskan pencarian dalam sistem database google itu sendiri. Beberapa contoh penggunaan Google Dork untuk tujuan mencari sebuah password dan username :

inurl:password.log
intitle:”index of” password.txt site:my
intitle:index of” admin.mdb
intitle:”index of” member.mdb
intitle:”phpmyadmin” “running on localhost”

Dari situlah beberapa hacker sedikit modifikasi dalam pencaraian kerentanan sistem website. Dan list Dork yang beredar pun jumlahnya cukup banyak. Samapai sekarang Dork yang ditampilakan pun bervariasi, mulai dari website berbasis Joomla, PHP, SQL, ASP, RF1 dan LF1. Dengan begitu banyak hacker menggunakan google untuk mencari halaman web yang rentan dan kemudian menggunakan kerentanan untuk hacking.

Contoh Dorks :

1. Direktori CGI mengandung script yang sering dapat dieksploitasi oleh penyerang. “index pf sgi-bin” dengan cara ini anda akan menemukan direktori CGI banyak beberapa dari mereka yang mungkin rentan.
2. Google Dork lain yang terkenal adalah Dork PhpMyAdmin. PhpMyAdmin adalah webfronted widly menyebar digunakan untuk mantain database aql. Mekanisme keamanan default adalah menyerahkannya ke admin website untuk menempatkan file. Htaccess di direktori aplikasi.

Mungkin hanya sepintas itu yang saya berani ungkapkan kepada anda tentang Google Dork. Silahkan jika ingin belajar lakukan lah beberapa modifikasi tambahan dan jangan lupa mainkan logika anda. Bagi admin website sebaiknya anda berhati-hati jika tidak ingin website anda di buat bahan percobaan oleh para hacker pemula. Terima Kasih Semoga Bermanfaat

Sumber:planetdiponk.blogspot.com

Sandyakalaning Nokia

Senja yang muram menggelayut diatas kompleks kantor pusat Nokia di kota Helsinki, Finlandia sore itu. Butiran salju tipis berjatuhan, menghampiri setiap sudut bangunan. Hawa dingin menusuk tiap warna yang membeku. Di salah satu ruangan, para petinggi Nokia tampak duduk berdiskusi dengan penuh kesenduan. Semilir angin yang dingin membuat suasana ruangan itu terasa kian muram.

Para petinggi itu layak gundah gulana. Hari-hari ini kita tengah menyaksikan drama robohnya kedigdayaan Nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan. Dalam kategori smartphone – salah satu kategori terpenting – produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor.

Dan ini dia fakta yang terasa begitu pahit : dalam tiga tahun terakhir, harga saham Nokia anjlok hingga 80% (delapan puluh persen !!). Ini sama artinya dengan kehancuran. Para pelaku dan pengamat pasar terasa begitu galau dengan masa depan Nokia

What went wrong? Bagaimana mungkin Nokia yang dulu begitu jaya kini mendadak menjadi pecundang?

Make no mistake. Tentu saja Nokia belum hancur. Produk-produknya masih tetap bisa bertahan. Di pasar Eropa, Nokia masih menjadi market leader, meski kian terseok-seok. Namun kondisi pasar di tanah air mungkin bisa menjadi ilustrasi. Semenjak serbuan masif Blackberry Mania, Nokia seperti kehilangan momentum (mampirlah ke pusat-pusat penjualan ponsel, dan kita tak lagi bisa menemukan neon sign bertuliskan Nokia. Haree gene, kok masih pake Nokia — begitu ledekan salah satu pedagang ponsel. Doh).

Sementara serbuan ponsel murah dengan fitur yang melimpah, ternyata mendapat sambutan positif yang mengejutkan dari masyarakat. Nokia mungkin tak pernah menyangka ponsel seperti Nexian, Ti-phone, Cross, dll itu bisa dengan mudah mengusik keperkasaannya.

Ada dua pelajaran penting yang bisa kita petik dari drama kejatuhan Nokia ini. Pelajaran pertama : sang raksasa pun bisa dengan mudah jatuh. Dengan kata lain, mempertahankan kedigdayaan ternyata bukan hal yang mudah. Kejayaan yang bisa terus dipertahankan itu ternyata bukan taken for granted. Itulah kenapa kita mesti memberikan applaus kepada perusahaan yang selama puluhan tahun tetap bisa menjadi leader seperti Teh Botol Sosro, televisi Sharp, printer HP, sepatu Bata, Bank BRI, sabun Lifebuoy, dan lain-lainnya.

Pelajaran kedua adalah munculnya apa yang bisa disebut sebagai innovator dilemma (tema ini diuraikan dengan amat mendalam oleh Clayton Christensen dalam buku best seller berjudul : The Innovator’s Dilemma: The Revolutionary Book that Will Change the Way You Do Business)

Inti dari innovator dilemma adalah ini : para penguasa pasar itu ragu melakukan inovasi lantaran takut produk inovasinya itu akan meng-kanibal atau menghantam balik produk utamanya yang masih laku di pasaran.

Dan dilema itu berkali-kali datang : dulu GM ragu mengembangkan mobil ukuran kecil lantaran takut justru akan “meng-kanibal” produk utamanya (akhirnya Toyota yang menang). Dulu Gudang Garam dan Djarum takut melakukan inovasi rokok mild lantaran takut akan menghantam balik produk utamanya (akhirnya Sampoerna yang datang). Dulu Honda ragu melakukan inovasi motor skutik (akhirnya Mio yang datang; untung Honda segera mengejar balik).

Dan Nokia ragu melakukan kolaborasi open source untuk mengembangkan aplikasi smart phone lantaran takut produk utamanya, Symbian, akan kehilangan pasar (dan akhirnya Android yang datang menghajar).

Innovator dilemma terjadi, bukan lantaran para market leader tidak bisa melihat arah pasar. Atau juga bukan karena mereka tidak mampu melakukan inovasi. Mereka tahu persis arah pasar dan sangat kapabel dalam melakukan inovasi. Hanya saja, mereka TAKUT melakukan itu lantaran khawatir hasilnya justru akan menghantam balik produk utama mereka yang masih laris manis di pasaran.

Dan saat mereka sadar bahwa ketakutan itu tidak beralasan, segalanya telah terlambat. Kompetitor yang sigap dan nothing to lose dengan segera mengambil kesempatan itu. Lalu meninggalkan sang incumbent (penguasa pasar saat itu) terpelanting ke pinggir arena.

Itulah dua pelajaran penting nan ringkas yang bisa kita petik dari drama kejatuhan Nokia.

Senja telah lewat, dan butiran salju kian deras mengalir di atap kantor pusat Nokia, di Finlandia. Rapat masih juga belum berakhir. Para petinggi Nokia itu harus segera mengambil solusi.

Sebab jika tidak, kelak kita mungkin akan mengenal ponsel Nokia hanya dari museum dan buku-buku sejarah masa silam.
Oh..teragis…

Nabi Khidir as Hadir Ketika Rosullullah Wafat

Ibnu Mash’ud berkata: “Ketika Rosulullah saw telah mendekati ajalnya, beliau mengumpulkan kami sekalian dikediaman ibu kita Siti Aisyah, kemudian beliau memperhatikan kami sekalian sehingga berderrailah air matanya dan bersabda: “Selamat datang bagi kamu sekalian dan mudah-mudahan kamu sekalian dibelas kasihani oleh Allah, saya berwasiat agar kamu sekalian bertaqwa kepada Allah sertamentaatiNya. Sungguh telah dekat hari perpisahan kita dan telah dekat pula saat hamba yang dikembalikan pulang kepada Allah ta’ala dan menemui surgaNya. Kalau sudah datang saat ajalku, hendaklah Aly yang memandikan, Fadhal bin Abas yang menuangkan air, dan Usamah bin Zaid yang menolong keduanya, kemudian kafanilah aku dengan pakaianku sendiri, bila kamu sekalian menghendaki, atau dengan kain Yaman yang putih; Kalau kamu sekalian memandikan aku, maka taruhlah aku diatas balai tempat tidurku dirumahku ini, dekat dengan lobang lahatku. Sesudah itu keluarlah kamu sekalian barang sesaat meninggalkan aku. Pertama-tama yang mensholati aku ialah Allah Aza wajalla, kemudian malaikat Jibril, kemudian malaikat Isrofil, malaikat Mikail, kemudian malaikat Izroil dan beserta para pembantunya, selanjutnya semua para malaikat. Sesudah itu masuklah kamu sekalian dengan berkelompok-kelompok dan lakukan sholat untukku.”
Setelah mereka mendengarkan ucapan perpisahan Nabi Muhammad saw, mereka para sahabat menjerit dan menangis seraya berkata, “Wahai Rosullullah, Engkau adalah seorang Utusan untuk Kami sekalian , menjadi kekuatan dalam pertemuan Kami dan sebagai penguasa yang mengurus perkara Kami, bila mana Engkau telah pergi dari Kami, kepada siapakah Kami kembali dalam segala persoalan?”
Rosullullah bersabda,”Telah kutinggalkan kamu sekalian pada jalan yang benar dan diatas jalan yang terang dan telah kutinggalkan pula untuk kamu sekalian dua penasehat yang satu pandai bicara yang satunya diam saja, yang pandai bicara adalah al-Qur’an dan yang diam adalah ajal atau kematian. Apabila ada persoalan yang sulit bagimu, maka kembalilah kamu sekalian kepada Al-Qur’an dan kepada sunnah. Dan kalau hati kamu keras membatu maka lunakkan dia dengan mengambil tamsil ibarat dari hal ihwal mati.
Sesudah itu maka Rosullullah saw menderita sakit mulai akhir bulan Shafar selama delapan belas hari. Para sahabat pun menengok silih berganti. Sedang penyakit yang diderita mulai hari pertama sehingga akhir hayatnya ialah pusing kepala.
Rosullullah mulai menjadi Rosullullah pada hari senin dan wafat juga pada hari senin. Tatkala pada hari senin, penyakit beliau bertambah berat. Maka setelah Bilal selesai adzan subuh, dia pergi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw sambil mengucapkan salam, “Assalamu alaika ya Rosullullah!” Siti Fatimah menjawab, “ Rosullullah masih sibuk dengan dirinya sendiri” Bilal terus kembali masuk ke Masjid, dia tidak memahami kata-kata Fatimah. Ketika waktu subuh makin terang, Bilal datang lagi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw dan salam seperti semula. Rosullullah mendengar suara Bilal itu, maka beliau bersabda: ‘’ Masuklah hai Bilal, aku masih sibuk terhadap diriku sendiri dan penyakitku rasanya bertambah berat. Maka suruhlah Abu Bakar agar sholat berjamaah dengan orang-orang yang hadir. Bilalpun keluar sambil menangis dan meletakkan tangannya diatas kepala, sambil mengeluh, “Aduh musibah, susah, terputus harapan, telah habis hilang tempat tujuan, andaikata ibuku tidak melahirkan aku.”
Bilal terus masuk masjid dan berkata,”Hai sahabat Abu Bakar, sungguh Rosullullah menyuruh engkau agar sholat bersama-sama dengan orang yang hadir, karena Beliau sibuk mengurusi dirinya yang sedang sakit. Ketika Abu Bakar melihat mihrab (tempat sholat imam) kosong dan Rosullullah tidak hadir, maka Abu Bakar menjerit keras sekali dan jatuh tersungkur karena pingsan. Maka ributlah kaum muslimin, sehingga Rosullullah mendengar keributan mereka, dan bertanya kepada Fatimah, “Hai Fatimah mengapa pagi ini, dan apakah keributan di sana itu?” Siti Fatimah menjawab, “Keributan di sana itu ialah kaum muslimin sendiri , karena engkau tidak hadir”. Maka Rosullullah saw memanggil Ali dan Fadhan bin Abbas, lalu beliau bersandar kepada keduanya dan keluar rumah menuju masjid lalu sholat bersama-sama dengan mereka dua rekaat. Selesai sholat beliau berpaling ke belakang dan bersabda, ”Hai kaum muslimin, Kamu semua dalam pemeliharaan dan pertolongan Allah, oleh sebab itu bertaqwalah kepada Allah serta mentaatinya, maka sesungguhnya saya akan meninggalkan dunia ini. Dan di hari ini hari pertamaku di akhirat dan hari terakhir bagiku di dunia”.
Lalu Rosullullah saw berdiri dan pulang ke rumahnya. Kemudian Allah ta’ala memberi perintah kepada malaikat kematian, ”Turunlah Engkau kepada KekasihKu dengan sebaik-baiknya bentuk, dan lakukan dengan halus dalam mencabut ruhnya, kalau dia mengijinkan kamu masuk, masuklah dan kalau tidak mengijinkan maka janganlah masuk dan kembalilah”.
Maka malaikat kematian pun turun dengan bentuk seperti orang Arab Baduwi desa, seraya mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaikum ya ahlal baiti nubuwwati wa ma’danir risalati adkhulu?(mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah kenabian dan sumber risalah, apakah saya boleh masuk?) ”
Maka Rosullullah saw mendengarkan suara malaikat kematian itu dan bersabda, “Hai Fatimah, siapa yang berada di pintu?” Siti Fatimah menjawab, “Seorang Arab Baduwi yang memanggi dantelah aku katakan bahwa Rosullullah sedang sibuk menderita sakitnya, kemudian memanggil lagi yang ketiga kali seperti itu juga, makadia memandang tajam kepadaku, sehingga menggigil gemetar badanku, terasa takut hatiku dan bergeraklah sendi-sendi tulangku seakan-akan hampir berpisah satu sama lainnya serta berubah menjadi pucat warnaku, Rosullullah saw bersabda, “Tahukah engkau wahai Fatimah, siapa dia” Siti Fatimah menjawab, “Tidak” Rosullullah bersabda, “Dia adalah Malaikat yang mencabut segala kelezatan, yang memutus segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan keadaan kuburan.”
Maka menangislah Siti Fatimah, dengan tangisan yang keras sekali sambil berkata, “ Aduhai celaka nantinya, sebab kematiannya Nabi yang terakhir, sungguh merupakan bencana besar dengan wafatnya orang yang paling taqwa, terputusnya dari pimpinannya para orang-orang yang suci serta penyesalan bagi kami sekalian karena terputusnya wahyu dari langit, maka sungguh saya terhalang mendengarkan perkataan engkau, dan tidak lagi bisa mendengarkan salam engkau sesudah hari ini” Kata Rosullullah, “Jangan Engkau menangis Fatimah, karena sesungguhnya, engkaulah dari antara keluargaku yang pertama berjumpa dengan aku” Selanjutnya Rosullullah saw bersabda, “Masuklah Engkau Malaikat Kematian, Maka Malaikat Kematianpun masuk sambil mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaika yaa Rosullullah” Rosullullah menjawab, “Wa laika salam, hai malaikat kematian, engkau datang untuk berkunjung atau untuk mencabut nyawaku?” Kata malaikat Kematian, “Saya datang untuk berkunjung dan untuk mencabut nyawa, sekiranya Engkau mengijinkan. Kalau tidak maka saya akan kembali”.
Kata Rosullullah, “ Hai Malaikat Kematian, dimana Jibril Engkau tinggalkan?” Kata malaikat Kematian, ”Dia saya tinggalkan di langit duniadan para malaikat sedang menghormat memuliakan dia”. Tidak selang sesaat Malaikat Jibril as pun turun dan duduk diarah kepala Rosullullah saw. Kata Rosullullah saw, “Tahukah Engkau kalau ajalku telah dekat?” Jawab malaikat Jibril, “Ya Tahu, Yaa Rosullullah” Kata Rosullullah, “Beritahukanlah kepadaku kemuliaan yang menggembirakanku di sisi Allah”.
Kata Jibril, “Sungguh pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah berbaris rapi, menanti ruh engkau di langit, pintu-pintu surga telah telah dibuka dan para bidadari telah berhias menanti kehadiran ruh Engkau”.
Kata Rosullullah, “Alhamdulillah, Hai Jibril, berilah berita gembira tentang umatku di hari kiamat”. Jibril berkata, “Saya beritahukan, bahwa sesungguhnya bahwa Allah ta’ala berfirman, Sungguh telah Aku larang para nabi masuk ke dalam Surga, sehingga engkau masuk lebih dulu, dan Aku larang juga semua umat sehingga umat engkau masuk lebih dahulu.” Kata Rosullullah, “Sekarang telah puas hatiku dan hilanglah rasa susahku. Hai malaikat Kematian mendekatlah kepadaku.”
Malaikat Kematian mendekat dan melaksanakan tugasnya mencabut ruh Beliau, dan ketika ruh sampai di pusat (perut), Rosullullah berkata, “Hai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati itu” maka malaikat Jibril memalingkan wajahnya dari Rosullullah saw, “Hai Jibril apakah Engkau tidak suka melihat wajahku?” Kata Jibril, “Wahai kekasih Allah, siapakah orangnya yang sampai hati melihat wajah Engkau, sedang Engkau di dalam sakaratul maut”.
Annas bin Malik ra berkata, “ketika ruh nabi Muhammad saw sampai di dada beliau bersabda, Aku wasiatkan agar kamu sekalan menjaga sholat dan apa-apa yang menjadi tanggungannmu maka, masih saja beliau berwasiat dengan keduanya itu sampai putuslah perkataannya.”
Kata Ali ra, ´Sungguh Rosullullah saw ketika menjelang akhir hanyatnya telah menggerakkan dua bbibirnya dua kali, dan ketika saya mendekatkan telinga, saya mendengarkan beliau mengucapkan dengan pelan-pelan, umatku… umatku…”
Maka ruh Rosulullah saw dicabut pada hari senin bulan Rabi’ul awwal. Seandainya dunia ini akan kekal bagi seseorang, Niscaya Rosulullah saw di dunia ini akan kekal.
Diriwayatkan, bahwa Ali telah membaringkan jenazah Rosullullah saw untuk dimandikan tiba-tiba ada suara dari sudut rumah yang mengatakan dengan keras sekali, “Muhammad jangan engkau mandikan karena dia sudah suci dan disucikan” maka timbullah keragu-raguan pada diri Ali terhadap suara itu. Kata Ali, “Siapa Engkau sebenarnya, karena sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah memerintahkan untuk memandikan.”
Tiba-tiba ada suara lain yang mengatakan, “Wahai Ali, mandikanlah dia,karena sesungguhnya suara yang pertama tadi adalah suara Iblis terkutuk, sebab dengki terhadap Muhammad saw maka dia bermaksud agar beliau dimasukkan ke dalam kubur tanpa dimandikan”.
Kata Ali, “Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu, sebab Engkau telah memberitahukan bahwa tadi itu suara iblis terkutuk, maka siapakah Engkau?” Suara itu menjawab, “Saya adalah Nabi Khidir, menghadiri jenazah Nabi Muhammad saw.”
Selanjutnya Ali ra, memandikan Jasad Nabi Muhammad saw, Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zahid ra yang menuangkan air dan malaikat Jibril telah datang dengan membawa obat penahan kehancuran jasad dari surga. Kemudian mereka mengkafani beliau serta menguburnya di kamar Siti Aisyah ra, di tengah malam Rabu, sedang Siti Aisyah ra berdiri di atas kubur Nabi Muhammad saw sambil berkata, “Hai orang yang belum pernah mengenakan pakaian dari sutra, dan belum pernah tidur di atas ranjang yang empuk, hai orang yang keluar dari dunia sedang perutnya belum pernah kenyang meskipun dengan roti,dengan gandum kasar; hai orang yang memilih tidur di atas tikar daripada balai/ranjang; hai orang yang tidak tidur sepanjang malam karena takut siksa neraka Sa’ir” (Duratun Nasihin, Pengajian ke 16)End

Sumber:walijo dot com

Monarchism, Pilkada Banten dan Harga Diri Tangerang!

By Endi Biaro

JARAK Jakarta dengan Banten hanya “sepelemparan tombak”. Teramat dekat. Jika ditempuh pada pagi buta, tak perlu Pajero Sport untuk melesat di dua petak lokasi itu —agar tiba dengan segera. Tetapi dalam ritme “normal”, penempuh Banten-Jakarta dijamin penuh peluh dan keluh. Para pebisnis lalu mencibir sinis: mendingan terbang dari Soekarno Hatta ke Changi, paling-paling juga 30 menitan!

Lanskap fisik nan dekat itu tak berarti melekat (memiliki kesamaan, daya tarik dan pertautan yang kuat). Jakarta dan Banten senyatanya seperti dua kutub dengan perbedaan mencolok.

Tak ada bahasa generik untuk merangkum nuansa perbedaan karakter dua wilayah yang bertetangga ini. Akan tetapi, dalam zona politik terpanas saat ini, ada baiknya ikuti sinisme politik berikut ini: “Tak boleh ada Kerajaan di depan halaman Istana Negara…”

Konon, lontaran istilah itu bersumber dari elit puncak negeri ini, yang beredar pada orbit politik nasional. Ungkapannya ke luar sebagai rasa gerah atas fenomena quasi monarki (setengah kerajaan) di Provinsi Banten. Terhadap orde kekuasaan yang beranak pinak seperti unggas. Terhadap “kuku” penguasa yang menancap di tiap pilar politik di seluruh kabupaten atau Kota se-Banten.

Bagi kita, tak penting benar keabsahan bunyi kritik yang tajam itu. Melainkan mencandra sinyal-sinyal kejenuhan banyak orang. Bisa jadi, ungkapan “tak boleh ada kerajaan” itu menuding langsung sebuah Dinasti Politik Banten yang tumbuh gigantis, menggurita tak kira-kira (sehingga seperti tak ada kekuatan lain di sana). Belum tentu, memang, pernyataan sinis itu faktual dari aspek nara sumber dan pelontar isu —karena siapa saja bisa mengatakan hal itu. Jauh lebih subtil, justru melacak: mengapa begitu banyak orang saat ini melihat Banten seperti tak ada baiknya sama sekali. Melulu keburukan dan kehancuran. Mewakili sebuah keterbelakangan dalam pelbagai aspek?

Jakarta dan Banten, sekali lagi memang dekat. Tetapi jauh dari kultur, dinamika, dan apalagi kecerdasan yang berada di tangan tetangganya… Inilah akar persoalan. Apa-apa kemudian menjadi carut marut, tanpa bentuk, ruwet tak terurai, seperti kemacetan di ruas Tol Kebon Jeruk-Tomang.

Dan tak cuma politik Banten —yang hanya mampu menguatkan tradisi dinasti. Tetapi sekaligus ekonomi “potongan komisi 20% bayar dimuka” untuk segala proyek —dari skala teri sampai kelas kakap! Lihat pula aspek pendidikan, di mana sebuah kampus di jantung Ibu Kota Provinisi sekalipun pernah roboh, apalagi dengan bangunan sekolah dasar di pelosok Saketi atau Bayah sana.

Paling mencolok, tak lain kerusakan infrastruktur dan miskinnya fasilitas umum di jazirah Banten ini. Orang luar pasti tercengang, bahwa di sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan Jakarta, masih ada jalan provinsi yang mirip kubangan kerbau. Dan lokasinya, persis di bibir perbatasan dengan Ibukota. Lihat misalnya di Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang (dari titik itu, hanya perlu berjalan kaki untuk tiba di Bandara Soekarno Hatta).

Lanjutkan tatapan ke bidang budaya, misalnya. Apa lagi yang bisa dibanggakan dari jazirah yang pernah menjadi pusat dan jalur perdagangan berabad-abad lalu itu?

Oh, ya, ada memang senarai kenangan tentang Banten. Dan itu memang perlu. Namun, tentu hanya mengasyikan sebagai bahan bacaan buku-buku sejarah anak SD. Tidak lagi meyakinkan untuk masa sekarang.

Kalau sudut pandang dibesut dengan lebih ekstrem, maka lebih “berdarah-darah” lagi prestasi memalukan ala Banten. Premanisme seperti memperoleh gua perlindungan tanpa tedeng aling-aling. Bilamana ada keributan —-p0litis atau sporadis— maka salah satu yang diciduk biasanya berasal dari…

Para elit politik bertangan kotor tahu persis, berapa harga untuk mendatangkan bertruk-truk para perusuh, untuk mengacaukan Ibukota Jakarta. Jangan mangkir, baca sejarah sajalah. Mulai dari Dokumen Ramadi di peristiwa Malari. Kerusuhan Mei 1998, yang kita sebut reformasi, atau ketika Jakarta meledak oleh preman berjubah putih, yang menyebut diri “Laskar” dalam Peristiwa Semanggi. Silahkan tambah daftar lain.

Belum menghitung sumbangsih daerah Banten dalam menyuburkan aksi-aksi terorisme berjubah agama. Sejumlah pentolan dan kasus besar terorisme berasal dari daerah ini.

Bila Anda berkata, ah, daerah lain juga begitu (Ambon, Flores, Medan dan atau yang lain). Saran saya: silahkan pertahankan pendapat itu, karena memang benar adanya. Namun, daerah mana yang pernah ditulis oleh sebuah buku ilmiah, dibiayai dari Jerman, dan dilakukan oleh studi serius dan panjang, dengan julukan: A Shadow State dan kuatnya Informal Economy?

Kurang lebih bermakna: sebuah wilayah yang dikuasai oleh bayang-bayang kekuatan besar di belakang penguasa formal. Jelasnya: “yang menjabat” nyaris seperti raja dalam papan catur. Bergerak dan bermain sesuai order dari tangan-tangan penentu —yang melakukan perintah sembari menyeruput kopi dan menghisap tembakau. Luar biasa! Pantas saja bila postur politik-kekuasaan di Banten bernuansa kerajaan…

Tangerang

Jika episentrum politik berada di Serang (sebagai Ibukota Provinsi Banten), maka akar tunjang perekonomian justru berada di Tangerang (Kota/Kabupaten). Terdapat ribuan industri besar, puluhan ribu industri menengah (dan entah berapa banyak industri kecil). PAD (Pendapatan Asli Daerah) Banten banyak bersumber dari sini. Menurut Majalah Warta Ekonomi, edisi Tahun 2009, Kabupaten Tangerang misalnya, memiliki PAD terbesar ke-8, dari seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia. Ini cermin terang, atas sumber daya ekonomi di Kabupaten Tangerang. Terlebih bila menghitung Kota Tangerang (dan Tangerang Selatan, saat ini).

Tangerang juga bukan cuma locus activiti (lokasi pergerakan) perekonomian. Melainkan juga memiliki karakter demografis yang “mendekati” Jakarta (dalam berbagai aspek). Di sinilah lapisan kelas menengah, kalangan terdidik, kelompok kritis, dan kekuatan masyarakat madani (civil society) berada. Mulai dari buruh, tani, nelayan, hingga kaum profesional dan mahasiswa, beraktivitas di sini. Namun, selama ini, Tangerang seperti tak kelihatan. Kekuatan daya kebangkitan yang terkumpul, seperti tersaput oleh Banten.

Seolah tak ada faedah (malah musibah) atas lahirnya Provinsi Banten yang melingkupi Tangerang.

Olehnya, fakta telah terang benderang. Tinggal penyelamatan yang bisa dilakukan. Menjelang Pilkada nanti, rumusan agenda sederhana saja: singkirkan tradisi monarki dan dinasti. Bukan karena hal itu buruk —kita tahu persis, di sejumlah tempat di kolong bumi ini yang makmur karena diatur kerajaan, atau setidaknya mengakomodasi kerajaan. Tetapi, itu hasil kesepakatan kolektif, dan teruji faedahnya. Di kita, struktur politik dan konstitusi tak memberi tempat untuk itu, lagi pula, apa hasil dinasti politik Banten?

Skenario terburuk adalah: okelah, dinasti politik bisa menang di Banten. Tetapi jangan di Tangerang…

Tangerang, bagaimanapun, adalah wilayah edar kelas menengah, kaum terdidik, dan manusia-manusia tercerahkan bisa hidup bebas. Titik sandar terakhir ada di sana. Tangerang harus melawan. Kalau hari ini kalah, masih ada besok —agar lilin perjuangan tetap menyala.

Sebagai putera asli Banten, saya hanya bisa meraung keras, jika saja Tangerang ikut-ikutan takluk dalam skema politik zaman purba itu, politik jawara…

dikutip dari:
 http://endibiaro.blogdetik.com/?p=290